PELATIHAN SEA SURVIVAL
SERTIFIKASI BNSP DI 2019 INI?
KENAPA TIDAK?
Pelatihan Sea
Survival adalah pelatihan
yang wajib dimiliki
oleh pekerja minyak dan gas yang ingin pergi
ke lepas pantai/offshore. Pelatihan
diperlukan untuk mereka yang akanpergi ke platform, moving rig atau FPSO.
Persyaratan ini diperlukan oleh semua KKKS, perusahaan minyak utama/Main Contractor, operator minyak dan gas, dan perusahaan pendukung di Indonesia.
Pada Tahun 2006, jumlah pekerja lokal
di sektor hulu migas tercatat 21.835 pekerja dan pada pada 2015 meningkat
31.745 pekerja Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Jika dibandingkan dengan Tenaga
Kerja Migas Asing: Tahun 2015 ada 31,7 ribu pekerja Migas Indonesia, berbanding
dengan 1000 pekerja migas asing (TKA). Ini menjadi salah satu indikator semakin
mampu berkompetisinya tenaga kerja migas kita.
Pada Tahun 2016, menjadi 29.863 orang
TKI dan 668 orang TKA. Pada tahun 2017 perbandingan jumlah pekerja menjadi
26.811 orang TKI dan 405 orang TKA. Terakhir, pada Semester 1 Tahun 2018,
perbandingan pekerja menjadi 24.739 orang TKI dan 312 orang TKA.
Walaupun saat ini tampak menurun, Menurut
informasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas)
yang dilansir CNN; Akan ada 13 Proyek Migas lepas pantai di Indonesia yang
diramalkan akan beroperasi (onstream) di tahun ini. Dari
seluruh proyek tersebut, produksi migas berpotensi bertambah 240 ribu
barel setara minyak per hari (BOEPD).
Ini adalah kesempatan bagus untuk kita
semua pekerja migas yang sudah siap dan membekali diri. Salah satu
bekalnya adalah pelatihan sea survival adalah wajib bagi pekerja hulu migas
yang akan ke lepas pantai.
Pelatihan Sea Survival
Sertifikasi BNSP
Contoh Video Pelatihan Sea Survival BNSP
Pelatihan Sea Survival
Menurut Permen ESDM No 5 tahun 2015
Tentang Pemberlakuan Standar Kompetensi
Kerja Nasional Indonesia Di Bidang Kegiatan Usaha Minyak Dan Gas Bumi Secara
Wajib. Kepemilikan sertifikasi kompetensi BNSP di bidang Migas semakin banyak
disosialisasikan termasuk sea survival
sertifikasi BNSP.
Namun masih ada sejumlah pekerja migas
yang ragu untuk mengambil sertifikasi sea survival BNSP.Momok pertama adalah: Mengambil sertifikasi
BNSP itu “belum pasti lulus” sedangkan biaya sudah pasti keluar 4,5-5,5jt per
orang (tergantung Training Providernya).Apalagi persentase “Kompeten” dan“Belum Kompeten” juga tidak rendah, berkisar
50-50.
Dari Pengalaman saya ada 3 J untuk lebih meningkatkan potensi
dan persentase kompeten ini.
1) Jawab Dengan Tegas dan Lugas (Jangan Ngelantur /Ngasal Jawabnya)
Uji Kompetensi wawancara Pelatihan Sea
Survival Sertifikasi BNSP memang seringnya diadakan setelah Uji praktek yang
dilanjutkan dengan makan siang. Lelah setelah praktek,perut yang kenyang bisa membuat
konsentrasi berkurang. Pada akhirnya jawaban kita menjadi “asal” dan bahkan
cenderung melantur.
Namun harap diingat, jika kita
tidak memiliki sertifikat sea survival kita tidak dapat berangkat ke kerja.
Solusinya: Jawab dengan Tegas dan
Lugas.
Jika merasa bingung dengan
pertanyaan dari asesornya, minta diulang atau minta asesor menggunakan bahasa
yang lebih mudah. Jika sudah paham pertanyaannya, jawab dengan Tegas dan Lugas.
Sama seperti kita (peserta) yang ingin agar uji kompetensi ini cepat selesai,
sang asesor juga ingin segera pulang.
Jawab Pertanyaan Asesor dengan
Tegas dan Lugas.
2) Jelaskan Sesuai SOP (Jangan Asal Menjawab)
Sering sekali faktor kelelahan
dan ketidak pahaman soal prosedur menjadikan peserta menjadi asal menjawab.
Jangan Lakukan itu. Jangan Asal Jawab.
Beberapa asesor bahkan suka
bercanda bahwa peserta menjawab asal karena terlau banyak air masuk ke
kepalanya pada saat melakukan back flip
dari liferaft. Gunakan waktu menunggu
giliran interview untuk membaca ulang handout/materi
training atau berdiskusi dngan trainer / asisten trainer yang ada di lokasi.
Pastikan kita memahami juga Standard Operational Procedure (SOP)nya supaya bisa
menjawab sesuai SOP.
Solusinya: Jelaskan dengan
Lengkap Sesuai SOP.
Naik ke liferaft ada aturan /
SOPnya, turun dari Liferaft juga ada aturan / SOPnya. Menaiki Scramble Net ada
caranya. Terjun ke air/ melakukan water entry ada caranya. Dan semua sesuai
SOP.
3) Hargai (Jangan Anggap Remeh) Asesor.
Beberapa Lembaga Sertifikasi
Profesi (LSP) / Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang mengadakan Sea survival
sertifikasi BNSP memiliki asesor berusia muda (di bawah 40 Tahun). Walaupun
kita Sebagai Peserta memiliki pengalaman di bidang Migas dan atau usia lebih banyak
dari mereka, sebaiknya kita tetap menghormati mereka.
Paling tidak, asesor muda itu
sudah lebih dahulu menyelesaikan sea survival sertifikasi BNSP mereka daripada
kita.
Solusinya: Jaga Kesopanan.
Jaga kesopanan
Demikian kenapa kita mesti ambil
sea survival sertifikasi BNSP di 2019 ini lengkap dengan 3 J untuk Lolos uji kompetensi sea survival sertifikasi BNSP. Semoga
semua pembaca blog ini yang ingin mengikuti uji kompetensi sea
survival dapat mendapatkan sertifikasi Sea Survival dan kompeten.